Tuesday, March 19, 2019

LATIHAN UKK 2019



Untuk memberikan kesiapan dan kelancaran siswa kelas XIII Jurusan Kimia Industri dalam Ujian Kompetensi Kejuruan, maka dilaksanakan pelatihan pada :

Tanggal 19-22 Maret 2019
Pukul 07.30 sampai selesai
Laboratorium 41 M

Melaksanakan Operasi Pemisahan Minyak Nabati dengan Metoda Ekstraksi Padat-Cair (SLE = Solid Liquid Liquid Extraction)


SOAL/TUGAS
Judul Tugas Mengoperasikan peralatan Grinding dan Sizing
  1. Siapkan dan pakailah Alat Pelindung Diri (APD) sesuai prosedur operasi standar !
  2. Periksa dan bersihkan area kerja sesuai prosedur operasi standar !
  3. Buatlah rencana kerja proses grinding dan sizing dalam pengecilan ukuran umpan proses yang berupa bahan alami yang mengandung minyak nabati !
  4. Periksa peralatan grinding dan sizing sesuai prosedur operasi standar !
  5. Lakukan  pengecekan K3 pra operasi grinding dan sizing sesuai prosedur operasi standar
  6. Lakukan penimbangan umpan proses !
  7. Lakukan proses grinding dan sizing terhadap umpan proses sesuai prosedur operasi standar!
  8. Timbang kembali bahan hasil operasi grinding dan sizing !
  9. Simpan hasil proses grinding dan sizing umpan proses untuk proses Ekstraksi Padat-Cair (Solid Liquid Extraction = SLE atau Leaching) !
  10. Bersihkan dan simpan unit peralatan ekstraksi soxhlet yang sudah selesai digunakan sesuai prosedur operasi standar !
  11. Catat  dan buat laporan seluruh rangkaian kegiatan yang anda lakukan !

Judul Tugas : Mengoperasikan Peralatan Ekstraksi
  1. Siapkan dan pakailah Alat Pelindung Diri (APD) sesuai prosedur operasi standar !
  2. Periksa dan bersihkan area kerja sesuai prosedur operasi standar !
  3. Timbang umpan proses yang berupa bahan alami yang mengandung minyak nabati yang sudah dilakukan grinding dan sizing sebanyak ± 100 gram (disesuaikan dengan kapasitas alat yang tersedia di sekolah) !
  4. Masukkan umpan proses yang berupa bahan alami yang mengandung minyak nabati yang sudah halus ke dalam selongsong/ kertas saring, pastikan tidak ada kebocoran pada kertas saring !
  5. Bungkusan umpan proses yang berupa bahan alami yang mengandung minyak nabati dimasukkan ke dalam tabung soxhlet !
  6. Periksa unit alat soxhlet sesuai prosedur operasi standar !
  7. Rangkai unit alat soxhlet, dan  pemanasnya dengan tegak lurus menggunakan klem dan statif. Pastikan air pendingin bekerja dengan baik (mengalir secara kontinyu) !
  8. Ambil pelarut n-heksana (disesuaikan dengan kapasitas alat di sekolah masing-masing) dengan menggunakan gelas ukur dan masukkan labu alas bulat, kemudian tambahkan batu didih kedalamnya !
  9. Lakukan  pengecekan K3 pra operasi ekstraksi sesuai prosedur operasi standar !
  10. Lakukan operasi ekstraksi selama minimal 2 jam !
  11. Ambil dan keringkan bungkusan umpan proses yang berupa bahan alami yang mengandung minyak nabati, kemudian timbang massa/berat sisa umpan proses yang berupa bahan alami yang mengandung minyak nabati (residu) !
  12. Ukur volume ekstrak minyak nabati dalam pelarut n-heksana yang dihasilkan.
  13. Simpan hasil ekstrak minyak nabati dalam pelarut n-heksana untuk selanjutnya dilakukan proses pemurnian dengan metoda Distilasi Sederhana (Simple Distillation) !
  14. Bersihkan dan simpan unit peralatan ekstraksi yang sudah selesai digunakan sesuai prosedur operasi standar !
  15. Catat  dan buat laporan seluruh rangkaian kegiatan yang anda lakukan !

Judul Tugas : Mengoperasikan Peralatan Distilasi
  1. Siapkan dan pakailah Alat Pelindung Diri (APD) sesuai prosedur operasi standar !
  2. Periksa dan bersihkan area kerja sesuai prosedur operasi standar !
  3. Buatlah rencana kerja proses distilasi sederhana untuk memisahkan minyak nabati dari ekstrak minyak nabati dalam pelarut n-heksana hasil operasi ekstraksi pada soal/tugas 2 sesuai prosedur operasi standar !
  4. Periksa unit alat distilasi sederhana sesuai prosedur operasi standar !
  5. Rangkai unit alat distilasi sederhana sesuai prosedur operasi standar !
  6. Lakukan proses distilasi sederhana untuk memperoleh minyak nabati sesuai prosedur operasi standar !
  7. Lakukan proses pemurnian hasil minyak nabati sesuai prosedur operasi standar !
  8. Simpan hasil minyak nabati untuk selanjutnya dilakukan proses uji kualitas/mutu  !
  9. Bersihkan dan simpan peralatan distilasi yang sudah selesai digunakan sesuai prosedur operasi standar !
  10. Tangani limbah yang ada sesuai prosedur operasi standar !
  11. Catat dan buat laporan seluruh rangkaian kegiatan yang anda lakukan !


Judul Tugas : Melaksanakan Uji Kualitas/Mutu
  1. Pakailah alat pelindung diri sebelum melakukan tahapan praktik uji mutu produk minyak nabati !
  2. Rencanakan uji mutu produk minyak nabati  sesuai yang diperlukan, yaitu warna, bau, densitas (ρ)/specific gravity (SG), dan kadar asam lemak bebas (ALB)/free fatty acid (FFA), dan bandingkan dengan mutu SNI !
  3. Siapkan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan untuk uji mutu produk minyak nabati baik secara fisika maupun kimia !
  4. Buatlah rencana kerja proses pembuatan larutan standar NaOH dan standarisasinya dengan larutan asam oksalat secara volumetri/titrimetri yang akan digunakan untuk menentukan kadar asam lemak bebas (ALB)/free fatty acid (FFA) dalam produk nabati !
  5. Lakukan pembuatan larutan standar NaOH dan standarisasinya !
  6. Tentukan konsentrasi larutan standar NaOH yang sebenarnya berdasarkan hasil standarisasi tersebut, dan gunakan untuk menentukan kadar asam lemak bebas (ALB)/free fatty acid (FFA) dalam produk minyak nabati !
  7. Tentukan densitas (ρ)/specific gravity (SG), dan kadar asam lemak bebas (ALB)/free fatty acid (FFA) dari produk nabati !
  8. Tangani limbah yang ada sesuai prosedur operasi standar !
  9. Bersihkan dan simpan peralatan yang sudah selesai digunakan sesuai  prosedur operasi standar !
  10. Buatlah laporan uji mutu produk minyak nabati yang anda lakukan!


Gambar Kerja Operasi Ekstraksi Padat-Cair (Solid Liquid Extraction) dengan Metoda Soxhlet



Gambar Kerja Operasi Distilasi Sederhana (Simple Distillation)



(Pemasangan alumunium foil pada penampung destilat)



Evaluasi hasil pelaksanaan :
  1. Siswa belum mengetahui langkah-langkah prosedur percobaan
  2. pemasangan alat ekstraksi membutuhkan waktu lama
  3. Siswa belum membiasakan penggunaan alat sesuai peruntukannya. Misalnya menuang Hexan dari jerigen tanpa menggunakan corong
  4. Kesalahan dalam pemberian vaselin pada sambungan leher labu
  5. Belum tahu arahan penulisan laporan
  6. Perlu latihan dalam tes lisan

Monday, March 18, 2019

UJIAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


(Siswa presentasi)

(Guru penguji)

Setelah siswa melaksanakan praktek kerja industri / praktek kerja lapangan selama total waktu enam bulan, selanjutnya dilaksanakan ujian laporan praktek kerja lapangan. Dengan tujuan :
  1. Mengetahui proses dalam industri
  2. Memberikan penilaian hasil prakerin
  3. Melatih komunikasi saat presentasi terbuka
Perangkat yang harus dipersiapkan :
  1. Materi power point
  2. Laptop dan LCD proyektor
  3. Meja dan kursi guru penguji
  4. Berita acara dan perangkat penilaian
  5. Jadwal Ujian
Lampiran Foto :









Monday, February 18, 2019

SOSIALISASI KIAT SUKSES UNAS & PRAKERIN


Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagaisesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.

Bersikaplah proaktif
Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal yang telah ditentukan, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.


Buatlah rencana
Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.


Perbanyaklah baca dan latihan soal
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).


Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.


Efektifkan belajar di sekolah
Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.


Mohon doa restu dari orang tua
Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UN tahun ini sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.





Kiat Sukses Prakerin.

Kesan pertama adalah penting
Program magang bisa disebut sebagai latihan untuk terjun ke dunia kerja yang sebenarnya. Karena itu, perusahaan pun tidak main-main dalam memilih peserta magangnya. Hal ini bisa dilihat dari syarat melamar serta tahap seleksi yang harus dilalui para kandidat, yang meliputi seleksi interview.

Pada kesempatan awal bertemu langsung dengan pihak perusahaan, first impression atau kesan pertama yang Anda tunjukkan memegang peran penting. Pada saat inilah HRD atau calon atasan akan menilai kualifikasi Anda sebagai calon peserta magang. Perlu Anda ingat, Anda sendirilah yang menentukan bagaimana Anda ingin diingat oleh mereka. Anda mungkin tidak harus menghadiri interview dengan pakaian formal. Namun, coba bayangkan jika Anda datang terlambat dengan rambut dan pakaian yang acak-acakan, serta raut wajah yang tanpa senyum. HRD tentu akan berpikir, baru menghadiri interview saja sudah tidak sungguh-sungguh, bagaimana saat mulai magang?
Tunjukkan kemampuan Anda
Sebagai peserta magang yang masih berstatus mahasiswa, tentu tidak menutup kemungkinan jika Anda merupakan karyawan termuda di tempat Anda bekerja. Meski begitu, jangan pernah biarkan orang lain meremehkan Anda. Sebab, kinerja dan kemampuan seseorang bukan ditentukan oleh berapa usianya.

Sebaliknya, tunjukkanlah bahwa terlepas dari usia Anda yang masih terbilang muda, serta status yang "hanya" peserta magang, Anda tetaplah sosok yang dapat diandalkan, serta mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaan.
Perhatikan etika dalam bekerja
Walaupun baru berstatus peserta magang, bukan berarti Anda boleh main-main. Bekerjalah dengan giat seakan-akan ini merupakan pekerjaan pertama Anda yang sesungguhnya. 
Jangan anggap remeh setiap tugas yang Anda terima dengan mengerjakannya secara asal-asalan atau malas-malasan. Jika Anda menganggapnya sulit, upayakan untuk lebih dulu mencari jalan keluar sendiri berdasarkan arahan yang diberikan. Namun, begitu menemui hambatan, jangan segan untuk meminta bimbingan atasan atau senior.
Baik buruknya performa serta kedisiplinan Anda dalam menyelesaikan tugas-tugas tentu akan berpengaruh terhadap penilaian perusahaan terhadap Anda.
Takut bertanya, sesat di jalan
Ungkapan di atas juga berlaku ketika Anda menjalani program magang. Sebagai mahasiswa yang pertama kali masuk ke dunia kerja, tentu Anda akan menemui banyak hal yang belum Anda ketahui sebelumnya. Untuk itu, jangan pernah takut untuk bertanya tentang hal-hal yang belum Anda pahami, atau yang masih membuat Anda ragu.
Lebih baik banyak bertanya agar bisa memberikan hasil kerja yang memuaskan, dibandingkan hanya berdiam diri, tapi selalu mengulang kesalahan yang sama. Ingat, kebanyakan perusahaan lebih mengapresiasi peserta magang yang aktif, lho.
Anggap kesalahan sebagai pembelajaran
Berbuat salah adalah hal yang wajar. Selama magang Anda tentu berusaha untuk menghindari kesalahan, tapi ada kalanya apa yang Anda kerjakan ternyata tidak sesuai dengan harapan perusahaan. Meski begitu, Anda tak perlu langsung patah semangat. Lihatlah kesalahan tersebut sebagai bagian dari pengalaman dan pembelajaran agar di kemudian hari Anda bisa lebih baik lagi, dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

"You can never make the same mistake twice, because the second time you make it, it's not a mistake, it's a choice."
Jangan takut menerima kritik dan masukan
Seseorang dapat sukses, salah satunya berkat masukan yang dia terima dari orang-orang di sekitarnya. Masukan dapat membantu Anda mempertahankan bahkan meningkatkan performa, sementara kritik--yang biasanya berkenaan dengan kekurangan Anda--juga harus bisa Anda terima dengan baik untuk membantu membangun diri Anda lebih baik.
Jadi, jangan takut ketika atasan atau senior Anda ingin menyampaikan pendapat dan feedback atas kinerja Anda. Justru Anda beruntung, karena itu berarti mereka peduli dengan kemajuan peserta magangnya. Meski begitu, akan jauh lebih baik jika Anda juga berinisiatif untuk meminta feedback tersebut dari mereka. Sebab, merekalah yang bisa membantu Anda untuk lebih siap terjun ke dunia kerja sebenarnya.

Banyak mempelajari hal baru
Magang merupakan wadah yang tepat untuk menggali potensi diri. Anda bahkan akan mendapat kesempatan untuk mencoba hal-hal baru di luar bidang studi yang Anda pelajari di kampus. Misalnya, Anda mahasiswa ekonomi yang magang di divisi marketing. Apabila ada anggota divisi lain yang membutuhkan bantuan Anda, maka selama pekerjaan utama Anda sudah selesai, tidak ada salahnya Anda mencoba membantu mereka semampunya. Siapa tahu setelah selesai magang, skill Anda jadi bertambah.

Ada pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kerja magang--apalagi di perusahaan yang bonafide--merupakan sebuah kesempatan berharga yang tak dimiliki banyak orang. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan tersebut semaksimal mungkin agar program magang Anda tak sia-sia.

Nah, bagi Anda yang sedang bingung mencari tempat magang, situs Jobplanet bisa membantu menjawab pertanyaan Anda mengenai perusahaan-perusahaan dari berbagai industri yang mampu memberikan pengalaman magang terbaik.



Tuesday, January 29, 2019

Hasil Rapat Pimpinan Sekolah, Selasa 29 Januari 2019

Sesuai hasil rapat pimpinan sekolah pada Selasa 29 Januari 2019, Bapak Meiyanto selaku Kajur Teknik Kimia melakukan diseminasi ke rekan-rekan jurusan :
  1. Diadakan Cinta Kampus, pada Jum'at tanggal 01 Februari 2019
  2. Kebutuhan bahan kimia untuk praktek segera diinventaris dan diajukan ke central (untuk kimia dapat menghubungi Pak Herman)
  3. Setiap awal pembelajaran menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama
  4. Siswa kelas XII harus membuat Project Digital (bisa dimasukkan youtube, web blog, dan lain sebagainya)
  5. Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) akan dilaksanakan untuk Jurusan Kimia Industri dan Juga Kimia Analis

Tuesday, October 23, 2018

Serah Terima HPLC dari PT. FMC Pasuruan


Pagar Hidup Passus 

Hari Rabu, 24 Oktober 2018 Jurusan Teknik Kimia-SMK Negeri 5 Surabaya menerima hibah peralatan HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) dari PT. FMC Agricultural Manufacturing Ex. PT. DAPI.


Lokasi resmi tempat serah terima berada di areal jurusan kimia, lebih tepatnya selasar antara UPJ Depot air isi ulang dengan Laboratorium Operasi Teknik Kimia

Tepat pukul 11.00 rombongan tamu dari perusahaan dan manajemen sekolah hadir di lokasi dengan diiringi tarian Ngremo yang dibawakan oleh dua siswi Kimia


Dilanjutkan dengan penampilan Nasyid dari siswa Sie Kerohanian Islam.


Acara pembukaan oleh MC pada pukul 11.30, dilanjutkan dengan doa oleh Bapak M. Sofyan Hadi, M.Pd.I


Selanjutnya sambutan dari Bapak Kepala Sekolah, Bpk Rinoto :


  1. Jurusan kimia merupakan icon dari SMK Negeri 5 Surabaya
  2. Obsesinya mengembalikan kejayaan stemba melalui jurusan kimia.
  3. Perhatian dari industri sangat diharapkan, agar lulusan kimia analis dapat bersaing
  4. Semangat ingin membesarkan sekolah
  5. Tepat sekali pihak industri dalam memberikan hibahnya.

Sambutan dari pihak PT. FMC, ibu Retno :


  1. Proses pemilihan calon penerima hibah melalui prosedur sebelum menjatuhkan pilihan ke SMK Negeri 5 Surabaya
  2. Pertimbangannya adalah karena prestasi sekolah, juga hubungan kerjasama yang terjalin selama ini, serta ada alumni yang bekerja diperusahaan tersebut.
  3. Dipersiapkan training, khususnya dari alumni yang bekerja di FMC siap untuk memberikan pelatihan
Prosesi serah terima secara simbolis

Acara ramah tamah

Dalam proses alih keterampilan mengoperasikan alat HPLC, dari PT. Berca bersedia untuk memberikan training kepada guru-guru kimia yang telah dipersiapkan.

personil PT. Berca sedang setting alat

Seperangkat HPLC






Tuesday, October 9, 2018

SINGKRONISASI PEMBELAJARAN KIMIA INDUSTRI PRODUKTIF-ADAPTIF




KD KIMIA INDUSTRI yang telah diajarkan :

Mata Pelajaran : Kimia
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 menit)

  1. Menganalisis perubahan materi dan pemisahan campuran dengan berbagai cara
  2. Menganalisis lambang unsur, rumus kimia dan persamaan reaksi
  3. Mengkorelasikan struktur atom berdasarkan konfigurasi elektron untuk menentukan letak unsur dalam tabel periodik
  4. Menganalisis proses pembentukan ikatan kimia pada beberapa senyawa dalam kehidupan sehari hari
  5. Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia
  6. Menganalisis sifat larutan berdasarkan konsep asam basa dan pH larutan (asam kuat dan asam lemah, basa kuat dan basa lemah) dalam kehidupan sehari hari
  7. Menentukan bilangan oksidasi unsur untuk mengidentifikasi reaksi oksidasi dan reduksi
  8. Mengevaluasi proses yang terjadi dalam sel elektrokimia (menghitungE0 sel, reaksi reaksi pada sel volta dan sel eletrolisa, proses pelapisan logam) yang digunakan dalam kehidupan
  9. Menganalisis struktur, sifat senyawa hidrokarbon serta dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta cara mengatasinya
  10. Menganalisis proses teknik pemisahan fraksi- fraksi minyak bumi serta kegunaannya
  11. Menganalisis struktur, tata nama, sifat, penggolongan dan kegunaan polimer

Mata Pelajaran : Analisis Kimia Dasar
Jam Pelajaran : 144 JP (@ 45 Menit)
  1. Menerapkan prinsip pemantauan area kerja sebagai panduan untuk melaksanakan tugas pemantauan.
  2. Menerapkan prinsip K3LH mengikuti SOP.
  3. Menerapkan prosedur pemadaman api dengan APAR.
  4. Menerapkan prosedur penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan sifat bahaya yang akan dihadapi.
  5. Menganalisis sifat bahan kimia berdasarkan tanda bahaya bahan kimia dan penanganannya sesuai MSDS.
  6. Menganalisis MSDS bahan kimia.
  7. Menerapkan prinsip penggunaan material dan bahan kimia sesuai SOP.
  8. Mengevaluasi penataan alat-alat laboratorium kimia.
  9. Menerapkan prinsip perawatan alat-alat di laboratorium kimia.
  10. Menerapkan prosedur penyiapan ruang laboratorium untuk analisis rutin.

Mata Pelajaran : Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Kimia
Jam Pelajaran : 180 JP (@ 45 Menit)

  1. Memahami prinsip pemilihan alat berdasarkan ketelitian pengukuran yang dipersyaratkan.
  2. Memahami prinsip kerja peralatan dalam penggunaan peralatan dasar laboratorium (alat-alat gelas dan non gelas).
  3. Memahami prinsip kerja peralatan dalam teknik penimbangan dengan neraca analitis.
  4. Menerapkan teknik penimbangan sesuai karakteristik sampel. 
  5. Menerapkan pengkondisian sampel yang akan dianalisis.
  6. Menerapkan penanganan limbah non B3 berdasarkan sifat dan karakteristiknya.
  7. Menganalisis kelayakan penyimpanan dan pembuangan bahan Kimia.
  8. Menerapkan konsep dasar ilmu kimia dalam percobaan kimia.
  9. Menerapkan konsep-konsep reaksi kimia dalam perhitungan stoikiometri.
  10. Menganalisis faktor-faktor reaksi kimia dalam membuat pereaksi kimia.
  11. Menganalisis sifat-sifat bahan kimia dalam pembuatan larutan/reagensia.
  12. Menerapkan konsep dan prinsip titrasi dalam proses titrimetri sederhana.
  13. Menerapkan prinsip kerja dan kaidah peralatan dalam analisis gravimetri sederhana.

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Mikrobiologi
Jam Pelajaran : 144 JP (@ 45 Menit)

  1. Menerapkan prosedur perawatan mikroskop.
  2. Memahami ciri-ciri koloni kapang secara mikroskopis dan pengamatan indrawi.
  3. Menerapkan prinsip pembuatan media untuk pertumbuhan dan isolasi.
  4. Menerapkan konsep dan prinsip teknik sterilisasi dan uji sterilitas.
  5. Menerapkan konsep dan prinsip teknik isolasi dan inokulasi.
  6. Menerapkan jenis dan sifat serta kondisi optimum pertumbuhan mikroba untuk proses pembuatan makanan/ minuman/ bahan bakar/ pengolahan limbah.
  7. Menerapkan prinsip pemeriksaan kualitas air dan makanan metoda TPC.
  8. Menganalisis jumlah kapang. 
  9. Mengevaluasi pemeriksaan E-Coli bahan pangan.

Mata Pelajaran : Azas Teknik Kimia
Jam Pelajaran : 216 JP (@ 45 Menit)
  1. Menerapkan konversi satuan dalam perhitungan teknik kimia.
  2. Mengevaluasi alat ukur instrumen-instrumen lokal.
  3. Menghitung kadar bahan baku dan bahan penunjang dalam suatu industri kimia.
  4. Menganalisis perubahan fase suatu zat
  5. Menerapkan hukum termodinamika dalam suatu proses.
  6. Menerapkan perhitungan neraca massa dalam unit proses atau operasi teknik kimia tanpa reaksi kimia.
  7. Menerapkan perhitungan neraca massa dalam unit proses atau operasi teknik kimia dengan reaksi kimia.
  8. Menerapkan neraca energi dalam unit proses atau operasi teknik kimia tanpa reaksi kimia.
  9. Menerapkan neraca energi dalam unit proses atau operasi teknik kimia dengan reaksi kimia.

Mata Pelajaran : Alat Industri Kimia
Jam Pelajaran : 280 JP (@ 45 Menit)
  1. Menerapkan peralatan gambar teknik.
  2. Menerapkan pembuatan garis-garis gambar teknik sesuai bentuk dan fungsinya.
  3. Menerapkan huruf, angka dan etiket gambar teknik sesuai aturan.
  4. Menerapkan gambar proyeksi orthogonal (2D) dan proyeksi piktorial (3D).
  5. Menerapkan diagram alir blok, diagram alir proses, diagram alir mekanik, dan diagram alir utilitas.
  6. Menerapkan alat pengalir fluida (pompa dan kompresor) dalam proses industri kimia.
  7. Menerapkan alat pengalir zat padat (conveyor) dalam proses industri kimia.
  8. Menerapkan peralatan proses pembesaran.
  9. Menerapkan alat pereaksi (reaktor).
  10. Mengpenggunaan peralatan pengukur tekanan.
  11. Menerapkan penggunaan peralatan pengukur temperatur.
  12. Menerapkan penggunaan peralatan pengukur laju alir.
  13. Menerapkan penggunaan peralatan pengukur level.
  14. Menganalisis alat ukur tekanan, temperatur, laju alir, dan level dalam sistem pengendalian menggunakan software.
  15. Menerapkan model model sistem kendali proses secara tradisional dalam industri kimia.
  16. Menerapkan model model sistem kendali proses secara digital dalam industri kimia.
  17. Menerapkan pengendalian proses program menggunakan computer.
  18. Mengevaluasi kerja sensor pada sistem pengendalian proses.

Friday, June 29, 2018

LSP P-1 SMK Negeri 5 Surabaya, Teknik Kimia Analisis



LSP P-1 SMK Negeri 5 Surabaya
Teknik Kimia Analisis

No. Skema sertifikasi : SKM02/AK/V/2016
Judul Skema Sertifikasi : Pelaksanaan Analisis Volumetri
Perumus : Ratna Wahyuni Hadiyati, S.Pd
Tahun : 2018
Unit Kompetensi
MSL924001A
Mengolah dan menginterpretasikan data

MSL913002A
Merencanakan dan melaksanakan pekerjaan laboratorium/ lapangan

MSL973002A
Menyiapkan larutan kerja

MSL974001A
Menyiapkan, menstandarisasi, dan menggunakan larutan


Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah berlaku tahun 2015, diakui tidak hanya membuka arus perdagangan barang dan jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja. MEA mensyaratkan penghapusan beberapa peraturan yang sebelumnya menghalangi masuknya tenaga kerja asing.

Untuk mengantisipasi hal ini, salah satu strategi Pemerintah antara lain dengan menetapkan sejumlah persyaratan, agar tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dengan tenaga kerja asing.  Kewajiban berbahasa Indonesia dan bersertifikat lembaga sertifikasi profesi terkait di dalam negeri, menjadi salah satu bentuk yang bisa kita lihat.

Pembentukan LSP mengacu pada Peraturan BNSP No. 1 tahun 2014 tentang Pedoman Persyaratan Umum LSP (Pedoman 201), Peraturan BNSP No. 2 tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan LSP (Pedoman 202) dan Peraturan BNSP No. 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Ketentuan Umum Lisensi BNSP kepada LSP (Pedoman 208)

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga sertifikasi yang telah memiliki lisensi dari BNSP dan secara independen dan profesional telah membuat dan mengembangkan standarisasi kompetensi kerja, melakukan verifikasi terhadap tempat uji kompetensi, membuat materi uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat kompetensi sebagai pembuktian bahwa seorang tenaga kerja yang profesional benar-benar kompeten dalam bidang kompetensinya baik secara Nasional ataupun Internasional.

Klasifikasi jenis LSP menjadi tiga, yaitu LSP pihak kesatu, LSP pihak kedua dan LSP pihak ketiga. LSP pihak kesatu adalah LSP yang didirikan oleh lembaga pendidikan dan atau pelatihan dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap peserta pendidikan / pelatihan berbasis kompetensi dan atau sumber daya manusia dari jejaring kerja lembaga induknya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP. LSP pihak kedua adalah LSP yang didirikan oleh industri atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi terhadap sumber daya manusia lembaga induknya, sumber daya manusia dari pemasoknya dan / atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP. Sedangkan LSP pihak ketiga adalah LSP yang didirikan oleh asosiasi industri dan atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor dan atau profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.

Pelaksanaan Sertifikasi bagi Lulusan SMK, meliputi 4 (empat) pilihan pola untuk pelaksanaan sertifikasi bagi lulusan SMK :

  1. Pola pelaksanaan sertifikasi oleh LSP P-1 SMK hanya untuk siswa dari SMK yang bersangkutan dan siswa SMK yang ditetapkan menjadi jejaring kerja (networking) sertifikasi kompetensi LSP P1 SMK ditetapkan oleh Direktorat Pembina SMK dan/atau Dinas Pendidikan Propinsi.
  2. Pola Pelaksanaan Sertifikasi oleh LSP P2 hanya untuk siswa dari SMK-SMK yang belum memiliki LSP P1 dan berada dalam sector dan/atau lingkup wilayah tertentu.
  3. Pola pelaksanaan sertifikasi oleh LSP P3 hanya untuk siswa dari SMK yang memiliki kesamaan skema sertifikasi dengan LSP P3 tetapi belum memiliki LSP P1 dan LSP P2 pada wilayah tertentu.
  4. Pola pelaksanaan sertifikasi oleh Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK) hanya untuk siswa SMK pada wilayah tertentu dank arena pertimbangan tertentu yang ditetapkan oleh BNSP dan Direktorat Pembina SMK dan/atau Dinas Pendidikan Propinsi.

Lampiran Foto :

(koordinasi dengan asesor sebelum pelaksanaan)

(Persiapan)

(Teknisi)

(Laboran)

(Pengarahan Kajur)

(Tes tulis)